malam itu

malam itu,
Tuhan memberiku tau
menjatuhkan merobohkan menguapkan mimpi
yang memang telah siap aku singkirkan
dan akupun terhenyak bangun

tanpa suara gagak
tanpa desiran angin dingin
tanpa ratapan dan tangisan
kubunuh diriku dulu
baru mimpiku

nafas besar kuambil
kerjap mata kusela
celos hati kusiapkan
getar suara kusingkirkan
aku telah siap

untuk dewiku, selamat jalan



1 Comment so far

  1.   Krebo on December 10th, 2006

    Lamat tersapu
    Detik rindu menua
    Terbengkalai membiru
    Sapuan takdir menyapa

    Mati…
    Kembali pada paradoks yang sama
    Atau mulai menerjang lagi?
    Mengumpulkan lagi repihan harap

    Membeli kehampaan
    Menjual jiwa
    Penunjuk aib tak nampak
    Pelantun dosa hanya bayangan

    Sampai kapan engkau berlari kawan?

Leave a Reply