malam itu
malam itu,
Tuhan memberiku tau
menjatuhkan merobohkan menguapkan mimpi
yang memang telah siap aku singkirkan
dan akupun terhenyak bangun
tanpa suara gagak
tanpa desiran angin dingin
tanpa ratapan dan tangisan
kubunuh diriku dulu
baru mimpiku
nafas besar kuambil
kerjap mata kusela
celos hati kusiapkan
getar suara kusingkirkan
aku telah siap
untuk dewiku, selamat jalan
Lamat tersapu
Detik rindu menua
Terbengkalai membiru
Sapuan takdir menyapa
Mati…
Kembali pada paradoks yang sama
Atau mulai menerjang lagi?
Mengumpulkan lagi repihan harap
Membeli kehampaan
Menjual jiwa
Penunjuk aib tak nampak
Pelantun dosa hanya bayangan
Sampai kapan engkau berlari kawan?