November, 2008

about a girl

judul di atas memang kucomot dari song title nya nirvana. sekaligus memori kembali ke tahun 90 an dimana band tersebut sedang kugandrungi. semoga arwahmu tenang curt…

berikut beberapa dialog tentang wanita yang kuingat separuh separuh karena keterbatasan memoriku…

1. Di suatu film silat terjadi dialog antara pendekar wanita dan anaknya. kata pendekar wanita : “Berhati hatilah engkau dengan wanita cantik nak… semakin cantik dia.. semakin berbahaya dia bagimu“. saat aku masih berusaha memikirkan maksudnya filmnya telah berganti iklan.

2. Saat extra kurikuler teater dimulai.. Kakak pembina memberikan ilustrasi drama yang akan ditampilkan bahwa “Nyai Ngabehi itu sebenarnya setia dengan suaminya… tapi karena ijin ndoro jugalah maka dia mengambil budaknya untuk menjadi kekasihnya“… Karena keterbatasan otakku dan memang aku hanya berperan sebagai patih yang harus mati di babak kedua jadi kuambil naskah dan lebih fokus untuk menghafal dialog ku

3. suatu siang guru pelajaran tidak sedang di kelas (suasane yang selalu dinantikan para siswa) … seorang siswa memberikan opininya kepada peserta diskusi bahwa “Wanita itu seperti batu kali…. HITAM…” saat siswa lain menanyakan dasar opininya… diskusi itu berhenti begitu saja…

4. di siang yang dingin dan perut yang agak lapar seorang gadis bilang kepadaku : “Wanita apabila telah mencintai seseorang maka dia akan melakukan segala hal gila untuk mendapatkan pria tersebut“… hmm… yang ada dalam otakku adalah akan lebih baik membiasakan diri sarapan agar apabila siangnya sibuk seperti ini perut bisa diajak kompromi.

5. saat dewi persik jadi sering muncul di detik.com seorang teman menuturkan pendapatnya : “Aku kasihan sama dia… sekarang coba lihat deh… sapa yang duluan cari pacar setelah mereka bercerai ?” hmm… saat itu nasi gorengnya sebenarnya nggak enak. tapi diskusi kita sangat menyenangkan. thanks a lot.

6. seorang teman membalas emailku dan katanya : “Cowok itu seperti sales selang air. jadi dia akan berusaha menawarkan selang air nya ke pemilik rumah. dan harus siap untuk menerima penolakan ketus bahwa ORANGNYA TIDAK ADA !!!. atau apabila dia beruntung maka pemilik rumah pertama akan melihat dulu dari balik jendela. kemudian membuka pintu sedikit untuk memastikan situasi. dan apabila dia memang sedang butuh selang air maka akan ada kesempatan bagi sales untuk cuap cuap menawarkan selang air nya. apabila berminat, maka transaksi bisa berlanjut sedang apabila pemilik rumah tidak berminat, maka sales selang air harus siap ditolak bahwa selang air yang lama masih bagus :) … dan selanjutnya sales selang air boleh mencoba ke pemilik rumah lain untuk mencoba cuap cuap lagi“. hmm..aku setuju. hanya sebenarnya ada pilihan walau sales selang air telah ditolak maka dia sah sah saja untuk menunggu di depan pintu hingga selang air yang lama rusak dan pemilik rumah akan membuka pintu untuk sales selang air ini. sayangnya di dunia ini yang namanya sales selang air selalu ditarget untuk menjual selang air sebanyak mungkin dengan berbagai cara. memberi diskon harga dan hadiah untuk 1000 pembeli pertama bisa digunakan sebagai sarana pemikat.

………

about a girl

I need an easy friend
I do… with an ear to lend
I do… think you fit this shoe
I do… but you have a clue

I’ll take advantage while
You hang me out to dry
But I can’t see you every night
Free

I’m standing in your line
I do… hope you have the time
I do… pick a number too
I do… keep a date with you

jatuh lagi

burung gagak berlinang
telah jatuh dari sarang
hidup terbuang
terserak di ruang

gajah mati meninggalkan gading
direngkuh gagak menemani tidur
tak menghangatkan… tapi menidurkan
membawa mimpi ke hutan lama

paruh hitam terasa lapar
dahaga akan nasihat
dahaga akan hasrat
kenangan indah sewaktu bersama

embun juga yang menyegarkan
menghilangkan segala dahaga
namun embun tak mau turun pagi ini
karena mentari bangkit terlalu pagi

gagak pun mencari
dimana kira embun bisa didapat
dimana dahan dan daun dipanjat
agar segarnya hilangkan penat

untuk dewiku
kapan kamu pulang ?

ibu gagak

ibu gagak ibu yang tabah

terusir dari tanah kelahiran

karena perang tak memandang belas kasihan

 

dari sumbawa ibu berangkat…

3 bocah menangis ingin selalu lekat…

dilemparnya uang pemikat…

dan merajuk hingga pandangan hilang…

 

berhari berangkat tanpa teman

ibu gagak tak jua bosan

walau badan lemas dan wajah kusam

 

ibu gagak tak bisa baca

diminta uang oleh si penguasa

3 lembar surat tak ada guna

paksaan dan rayuan menghadangnya

 

di terminal kulepas….

ke jeddah semoga lekas…

ibu gagak… hati hati di jalan…