terima kasih kepada waktu
well, lama tidak menulis ternyata menumbuhkan keinginan untuk mencurahkan pengalamanku beberapa waktu ini dalam bentuk narasi.
selama satu tahun ini hanya beberapa kali aku pulang ke surabaya. tidak banyak perubahan yang terjadi. tetapi kepulanganku yang terakhir sangat memberikan arti di dalam caraku melihat dan menilai. kedua orang tuaku sangat sayang kepadaku. dan adekku satu satunya juga sangat sayang kepadaku. hanya cara mereka menunjukkan kasih sayangnya yang berbeda. tapi aku bangga karena dengan kasih sayang itulah semua hal bisa dilalui.
seminggu terakhir aku berada di jakarta untuk urusan kantor. seperti biasa kita ucapkan, “pekerjaan tidak pernah habis”… dan itu benar. hanya tinggal bagaimana kita menghadapi pekerjaan yang tak pernah habis itu. saat ini aku sangat bersyukur bisa belajar banyak hal baru di kantor ini. jauh dari keramaian memang sedikit membuat malas. dan semoga kemalasan ini tidak bertahan lama. kadang untuk beberapa alasan aku sangat merindukan masa masa harus membawa baju ganti, alat mandi dan kemudian menginap di kantor.
dan saat hari ini aku kembali ke hutan, aku sadari kuatnya pertemanan bisa sangat membantu memberikan pertimbangan dan penilaian yang jujur tanpa ada keinginan dibalik pendapat. pertemanan membuat macetnya jakarta layak untuk tetap dinikmati dengan harapan bisa bertemu dan bertukar cerita serta berbalas guyonan. dan pertemanan pula yang membuat semua harapan yang hancur bisa lebih nyaman untuk dilalui tanpa harus bersedih berlarut larut. pertemanan bersanding kopi panas dan asap rokok membuat kita bisa bersama menertawakan nasib dan mengejek tuhan.
dengan jujur aku berpasrah. terima kasih kepada tuhan yang telah memberiku keluarga yang tahan banting dan teman teman yang sangat sayang kepadaku.
duri, 22 maret 2009
Comments(0)